HAMA SPODOPTERA LITURA PDF

Langkah pengelolaan Pengelolaan hama dapat dilaksanakan dengan efektif apabila mengenali dengan baik hama sasaran. Pengendalian secara hayati Musuh alami berperan penting untuk mengatur dan mempertahankan keberadaan hama di bawah ambang yang tidak merugikan. Gejala infeksi virus pada ulat stadia-3 dan 4 ditandai dengan warna putih kecoklatan pada bagian perutnya tubuh bagian bawah , sedangkan pada bagian punggung arah dorsal berwarna coklat susu kehitaman. Pengelolaan Terpadu Ulat Grayak Pendekatan Sistem Pengendalian Berkembangnya resistensi hama terhadap insektisida yang diikuti dengan meningkatnya kesadaran masyarakat akan dampak buruk penggunaan insektisida secara intensif, mendorong perlunya pengendalian hama secara terpadu dengan menekan penggunaan insektisida kimia dan mempertahankan keberlanjutan sistem usaha tani Carter

Author:Yojora Gukora
Country:Croatia
Language:English (Spanish)
Genre:Photos
Published (Last):15 August 2004
Pages:416
PDF File Size:3.60 Mb
ePub File Size:2.15 Mb
ISBN:489-6-15256-201-2
Downloads:94051
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Balabar



Prodenia litura termasuk famili Noctuidae, Ordo Lepidoptera. Di luar negeri serangga ini dikenal dengan berbagai macam nama: Common cutworm, Tobacco cutworm, Cotton bowlworm, dan Armyworm. Armyworm mula-mula dialihbahasakan menjadi ulat tentara kemudian diubah menjadi ulat grayak. Ulat grayak bersifat polifag. Tanaman inang selain kedelai adalah kacang tanah, kacang hijau, tembakau, cabai, ubi jalar, buncis, kacang panjang, bayam, dan talas.

Ulat grayak tersebar luas di Indonesia meliputi 22 propinsi dengan luas serangan rata-rata mencapai Oleh sebab itu frekuensi aplikasi insektisida perlu diperhitungkan agar secara ekologi dan ekonomi tindakan pengendalian tidak merugikan karena penggunaan insektisida kimia terjadwal dan berlebihan serta secara terus menerus dapat mematikan populasi musuh alami seperti parasitoid dan predator.

Disamping itu, akan menimbulkan masalah resistensi dan resurjensi baik hama utama maupun hama lainnya serta mencemari lingkungan.

Pengendalian secara kultur teknis, melalui a Pergiliran tanaman dengan tanaman bukan inang, b Tanam serempak dengan selisih waktu antara tanam awal dan tanam akhir tidak lebih dari 10 hari, c Penanaman tanaman perangkap imago dan telur S.

Pengendalian secara hayati Musuh alami berperan penting untuk mengatur dan mempertahankan keberadaan hama di bawah ambang yang tidak merugikan. Hasil beberapa penelitian menunjukkan bahwa SlNPV berpotensi dikembangkan untuk mengendalikan ulat grayak. SlNPV sebagai salah satu agens hayati yang efektif dan dapat diformulasikan serta dapat diproduksi secara in vivo dengan menginfeksi ulat grayak , maka SlNPV layak dikembangkan sebagai bioinsektisida. Virus pada umumnya bersifat spesifik, yaitu pada tingkat genus saja, akan tetapi strain JTM 97C selain dapat mematikan ulat grayak juga dapat mematikan ulat hama penggulung daun, ulat jengkal, penggerek polong, perusak polong kedelai Maruca testulalis Geyer , perusak polong pada tanaman kacang hijau, dan ulat kubis Crocidolomia binotalis Zell.

Oleh karena itu, SlNPV harus tertelan bersama-sama pakan yang dikonsumsi melalui mulut, kemudian ke pencernaan, dan gejala penularan SlNPV pada ulat grayak akan terlihat setelah 1—3 hari. Ulat stadia-1 yang tertular SlNPV pada umumnya akan berwarna putih susu, akan tetapi gejala ini agak sulit dilihat secara kasat mata, kecuali dengan mikroskop. Gejala infeksi virus pada ulat stadia-3 dan 4 ditandai dengan warna putih kecoklatan pada bagian perutnya tubuh bagian bawah , sedangkan pada bagian punggung arah dorsal berwarna coklat susu kehitaman.

Apabila sampai pada tahap ngengat kupu-kupu , maka bentuk sayap menjadi keriting Gambar 2. Ulat yang tertular SlNPV pada umumnya ditandai dengan berkurangnya aktifitas makan, gerakan yang lambat, tubuh membengkak akibat replikasi atau perbanyakan partikel-partikel virus SlNPV.

Integumen bagian ruas ulat biasanya menjadi lunak dan rapuh serta mudah robek. Apabila tubuh ulat tersebut pecah maka akan mengeluarkan cairan kental berwarna coklat susu berupa cairan SlNPV Gambar 3 dengan bau yang sangat menyengat. Kematian ulat terjadi pada 3—7 hari setelah tertular SlNPV. Biopestisida tersebut dapat dibuat dalam bentuk powder maupun cair dan dikemas dalam botol plastik maupun kantong plastik.

Biopestisida SlNPV JTM 97C dapat disimpan dalam kulkas ataupun refrigerator sampai 8 bulan lebih, sedangkan dalam ruangan dengan suhu kamar mampu bertahan sampai 6 bulan. Keuntungan SlNPV sebagai bioinsektisida untuk ulat grayak adalah: 1 Bersifat spesifik dan selektif terhadap hama sasaran larva dari ordo Lepidoptera, sehingga tidak berbahaya bagi manusia, hewan, dan aman bagi musuh alami, 2 Persisten di alam, tidak menimbulkan residu beracun, 3 Efektif terhadap inang yang sudah resisten terhadap insektisida kimia, 4 Kompatibel dengan teknik pengendalian lain.

Gambar 6. Bioinsektisida Vir-Gra Virus untuk ulat grayak. Kelemahan bioinsektisida SlNPV adalah tidak tahan terhadap sinar ultraviolet matahari. Oleh karena itu, dianjurkan penggunaannya dilaksanakan pada sore hari, dan saat penyemprotan sebaiknya diarahkan ke permukaan bawah daun.

Gambar 7.

ERITROPOYESIS EXTRAMEDULAR PDF

Pengendalian Ulat Grayak Pada Tanaman Jagung

Jenis : Spodoptera litura F. Pada waktu pagi hari petani melihat tanaman yang telah rusak, sedangkan hamanya sudah tidak ada, bersembunyi di dalam tanah. Ulat grayak termasuk dalam keluarga Noctuidae, yang berasal dari bahasa Latin noctua yang artinya burung hantu. Spodoptera litura F. Tanaman inangnya antara lain jagung, tomat, kapas, tembakau, padi, kakao, jeruk, ubi jalar, kacang tanah, jarak, kedelai, kentang, kubis, dan bunga matahari Holloway, Ulat Grayak merupakan hewan nocturnal, aktif pada malam hari untuk mencari makanan dan perilaku kawin.

GAMBITO VOLGA PDF

WASPADAI ULAT GRAYAK PADA TANAMAN JAGUNG

Larvanya ulatnya dikenal sebagai hama yang sangat merusak. Ulat yang tidak berbulu oleh awam biasa disebut ulat tentara atau ulat grayak. Ulat grayak Spodoptera litura merupakan salah satu hama yang menyerang tanaman cabai. Ulat grayak Spodoptera litura menyerang tanaman pada malam hari, sedangkan pada siang hari berada di dalam tanah.

ANFIS MATLAB HELP FILETYPE PDF

Prodenia litura termasuk famili Noctuidae, Ordo Lepidoptera. Di luar negeri serangga ini dikenal dengan berbagai macam nama: Common cutworm, Tobacco cutworm, Cotton bowlworm, dan Armyworm. Armyworm mula-mula dialihbahasakan menjadi ulat tentara kemudian diubah menjadi ulat grayak. Ulat grayak bersifat polifag.

UNDERSTANDING AND USING C POINTERS BY RICHARD REECE PDF

Spesies: Spodoptera litura F. Morfologi Ulat Grayak Ulat garyak mempunyai titik hitam arah lateral pada setiap abdomen. Larva mudah berwarna kehijau-hijauan, instar pertam tubuh berwarna hijau kuning, panjang 2,,74 mm dan tubuh berbulu-bulu halus, kepala berwarna hitam dengan lebar 0,,3 mm. Instar kedua, tubuh berwarna hijau panjang 3,,0 mm, bulu tidak terlihat dan ruas abdomen pertama terdapat garus hitam meningkat pada bagian dorsal terdapat garis putih memanjang dari torak hingga ujung abdomen. Larva instar ketiga memiliki panjang tubuh 8,,0 mm dengan lebar 0,,6 mm Desy dkk, Instar keempat, kelima dan keenam agar sulit dibedakan,untuk panjang tubuh instar keempat mm, instar kelima mm, dan instar keenam mm.

Related Articles