LAPORAN PENDAHULUAN CHOLELITHIASIS PDF

Usia : Setelah 20 tahun, kecepatan pembentukan batu empedu meningkat setiap dekade. Jumlah kolesterol dalam empedu yang seharusnya meningkat dengan usia,hal ini disebabkan oleh dislipoproteinemia yang menghasilkan peningkatan linier dalam ekskresi kolesterol ke dalam empedu dan dengan sintesis asam empedu berkurang karena aktivitas menurun dari enzim kolesterol 7-hidroksilase CYP7A1. Hemoperfusi dari dinding kantung empedu menurun dengan usia karena karena adanya perubahan sklerotik. Hal ini memberikan kontribusi terhadap disfungsi kantung emdpedu, infeksi, dan peradangan dengan eksudasi ke dalam lumen organ. Gender : jenis kelamin perempuan adalah faktor risiko secara umum penyakit batu empedu.

Author:Dikus Fegul
Country:Bosnia & Herzegovina
Language:English (Spanish)
Genre:Literature
Published (Last):27 June 2015
Pages:305
PDF File Size:7.81 Mb
ePub File Size:19.48 Mb
ISBN:949-9-22490-692-7
Downloads:47228
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Tojajin



DEFINISI Kolelitiasis adalah inflamasi akut atau kronis dari kandung empedu, biasanya berhubungan dengan batu empedu yang tersangkut pada duktus kistik, menyebabkan distensi kandung empedu. Doenges, Marilynn, E Kolelitiasis adalah kalkulus atau kalkuli, batu empedu biasanya terbentuk dalam kandung empedu dari unsur-unsur padat yang membentuk cairan empedu.

Batu empedu memiliki ukuran, bentuk dan komposisi yang sangat bervariasi. Smeltzer, Suzanne, C. Batu empedu dapat terjdi pada duktus koledukus, duktus hepatika, dan duktus pankreas. Kristal dapat juga terbentuk pada submukosa kandung empedu menyebabkan penyebaran inflamasi.

Sering diderita pada usia di atas 40 tahun, banyak terjadi pada wanita. Doenges, Marilynn, E C. Rasa nyeri dan kolik bilier Jika duktus sistikus tersumbat oleh batu empedu, kandung empedu akan mengalami distensi dan akhirnya infeksi. Pasien akan menderita panas dan mungkin teraba massa padat pada abdomen. Pasien dapat mengalami kolik bilier disertai nyeri hebat pada abdomen kuadaran kanan atas yang menjalar ke punggung atau bahu kanan; rasa nyeri ini biasanya disertai mual dan muntah dan bertambah hebat dalam makan makanan dalam porsi besar.

Pada sebagian pasien rasa nyeri bukan bersifat kolik melainkan persisten. Serangan kolik bilier semacam ini disebabkan kontraksi kandung empedu yang tidak dapat mengalirkan empedu keluar akibat tersumbatnya saluran oleh batu. Dalam keadaan distensi, bagian fundus kandung empedu akan menyentuh dinding abdomen pada daerah kartilago kosta 9 dan 10 kanan. Sentuhan ini menimbulkan nyeri tekan yang mencolok pada kuadran kanan atas ketika pasien melakukan inspirasi dalam dan menghambat pengembangan rongga dada.

Ikterus Obstruksi pengaliran getah empedu ke dalam dudodenum akan menimbulkan gejala yang khas, yaitu: gatah empedu yang tidak lagi dibawa kedalam duodenum akan diserap oleh darah dan penyerapan empedu ini membuat kulit dan menbran mukosa berwarna kuning. Keadaan ini sering disertai dengan gejal gatal-gatal pada kulit. Perubahan warna urine dan feses.

Ekskresi pigmen empedu oleh ginjal akan membuat urine berwarna sangat gelap. Karena itu pasien dapat memperlihatkan gejala defisiensi vitamin-vitamin ini jika obstruksi bilier berlangsung lama. Defisiensi vitamin K dapat mengganggu pembekuan darah yang normal.

Smeltzer, 5. Regurgitasi gas: flatus dan sendawa D. Radiologi Pemeriksaan USG telah menggantikan kolesistografi oral sebagai prosedur diagnostik pilihan karena pemeriksaan ini dapat dilakukan dengan cepat dan akurat, dan dapat digunakan pada penderita disfungsi hati dan ikterus. Disamping itu, pemeriksaan USG tidak membuat pasien terpajan radiasi inisasi. Prosedur ini akan membrikan hasil yang paling akurat jika pasien sudah berpuasa pada malam harinya sehingga kandung empedunya berada dalam keadan distensi.

Penggunaan ultra sound berdasarkan pada gelombang suara yang dipantulkan kembali. Pemeriksan USG dapat mendeteksi kalkuli dalam kandung empedu atau duktus koleduktus yang mengalami dilatasi. Kolangiografi oral dapat dilakukan untuk mendeteksi batu empedu dan mengkaji kemampuan kandung empedu untuk melakukan pengisian, memekatkan isinya, berkontraksi serta mengosongkan isinya.

Oral kolesistografi tidak digunakan bila pasien jaundice karena liver tidak dapat menghantarkan media kontras ke kandung empedu yang mengalami obstruksi.

Smeltzer, 3. Sonogram Sonogram dapat mendeteksi batu dan menentukan apakah dinding kandung empedu telah menebal. Williams, 4.

ERCP Endoscopic Retrograde Colangiopancreatografi Pemeriksaan ini memungkinkan visualisasi struktur secara langsung yang hanya dapat dilihat pada sat laparatomi. Pemeriksaan ini meliputi insersi endoskop serat optik yang fleksibel ke dalam esofagus hingga mencapai duodenum pars desendens. Sebuah kanula dimasukan ke dalam duktus koleduktus serta duktus pankreatikus, kemudian bahan kontras disuntikan ke dalam duktus tersebut untuk menentukan keberadaan batu di duktus dan memungkinkan visualisassi serta evaluasi percabangan bilier.

Pemeriksaan Darah a. Kenaikan serum kolesterol b. Kenaikan fosfolipid c. Penurunan ester kolesterol d. Kenaikan protrombin serum time e. Kenaikan bilirubin total, transaminase f. Penurunan urobilirubin g. Peningkatan sel darah putih h. Peningkatan serum amilase, bila pankreas terlibat atau bila ada batu di duktus utama E. Penatalaksanaan non bedah a. Diit yang dianjurkan adalah tinggi protein dan karbohidrat.

Farmakoterapi Asam ursodeoksikolat urdafalk dan kenodeoksikolat chenodial, chenofalk. Fungsinya untuk menghambat sintesis kolesterol dalam hati dan sekresinya dan tidak desaturasi getah empedu.

Pengangkatan batu empedu tanpa pembedahan Pengangkatan batu empedu : menginfuskan bahan pelarut monooktanoin atau metil tertier butil eter MTBE ke dalam kandung empedu.

Pengangkatan non bedah : dengan lewat saluran T-tube dan dengan alat jaring untuk memegang dan menarik keluar batuyang terjepit dalam duktus koleduktus. Extracorporal shock-wave lithotripsy ESWL : gelombang kejut berulang yang diarahkan kepada batu empedu yang gelombangnya dihasilkan dalam media cairan oleh percikan listrik. Efek samping : petekia kulit dan hematuria mikroskopis 2. Penatalaksanaan bedah a.

Kolesistektomi : paling sering digunakan atau dilakukan : kandung empedu diangkat setelah arteri dan duktus sistikus diligasi. Minikolesistektomi : mengeluarkan kandung empedu lewat luka insisi selebar 4 cm. Kolesistektomi laparoskopik endoskopik : lewat luka insisi kecil melalui dinding abdomen pada umbilikus.

Koledokostomi : insisi lewat duktus koledokus untuk mengeluarkian batu empedu. Teraba masa pada kuadran kanan atas. Urine gelap, pekat. Feses waran tanah liat,steatorea. Tanda : adanya penurunan berat badan.

Kolik epigastrium tengah sehubungan dengan makan. Nyeri mulai tiba-tiba dan biasanya memuncak dalam 30 menit. Kecenderungan perdarahan kekurangan vitamin K. Pertimbangan : DRG menunjukan rerata lama dirawat: 3,4 hari. Administrasi analgetik :.

BROTHER DCP-J315W SKANOWANIE DO PDF

LAPORAN PENDAHULUAN CHOLELITHIASIS

Penatalaksanaan Penanganan kolelitiasis dibedakan menjadi dua yaitu penatalaksanaan non bedah dan bedah. Ada juga yang membagi berdasarkan ada tidaknya gejala yang menyertai kolelitiasis, yaitu penatalaksanaan pada kolelitiasis simptomatik dan kolelitiasis yang asimptomatik. Intervensi bedah harus ditunda sampai gejala akut mereda dan evalusi yang lengkap dapat dilaksanakan, kecuali jika kondisi pasien memburuk Smeltzer, SC dan Bare, BG Larutan yang dipakai adalah methyl terbutyl eter. Larutan ini dimasukkan dengan suatu alat khusus ke dalam kandung empedu dan biasanya mampu menghancurkan batu kandung empedu dalam 24 jam.

DESENVOLVIMENTO PSICOMOTOR E APRENDIZAGEM VITOR DA FONSECA PDF

Laporan Pendahuluan Cholelithiasis (Batu Empedu), Download Pdf dan Doc

Stress emosi, terkejut. Udara dingin, keadaan-keadaan tersebut ada hubungannya dengan peningkatan aktivitas simpatis sehingga tekanan darah meningkat, frekuensi debar jantung meningkat, dan kontraktilitas jantung meningkat. Menurut Trisnohadi, ACS dipengaruhi oleh : 1. Rupture plak Rupture plak dapat menyebabkan terjadinya oklusi subtotal atau total dari pembuluh coroner yang sebelumnya mempunyai penyempitan yang minimal. Terjadinya rupture menyebabkan aktivasi, adhesi dan agregasi platelet dan menyebabkan aktivasi terbentuknya thrombus. Thrombosis dan agregasi trombosit Terjadinya thrombosis setelah plak tergaggu disebabkan karena interaksi yang terjadi antara lemak, sel otot polos dan sel busa yang dalam plak berhubungan dengan ekspresi faktor jaringan dalam plak tak stabil. Vasospasme Diperkirakan ada disfungsi endotel dan bahan vasoaktif yang diproduksi oleh platelet berperan dalam perubahan dalam tonus pembuluh darah dan menyebabkan spasme.

RITODRINA PDF

Laporan Pendahuluan / LP Cholelithiasis (Batu Empedu) lengkap Download Pdf dan Doc

Batu saluran empedu Sering dihubungkan dengan divertikula duodenum didaerah vateri. Ada dugaan bahwa kelainan anatomi atau pengisian divertikula oleh makanan akan menyebabkan obstruksi intermiten duktus koledokus dan bendungan ini memudahkan timbulnya infeksi dan pembentukan batu. Pathofisiologi : Batu empedu hampir selalu dibentuk dalam kandung empedu dan jarang pada saluran empedu lainnya. Kolesterol yang berlebihan akan mengendap dalam kandung empedu. Gangguan kontraksi kandung empedu dapat menyebabkan stasis. Faktor hormonal khususnya selama kehamilan dapat dikaitkan dengan perlambatan pengosongan kandung empedu dan merupakan insiden yang tinggi pada kelompok ini.

Related Articles